PSSI Akan Bentuk Unit Khusus Pengembangan Wasit

Posted Jumat, 11 Aug 17 00:00 , by :
Kualitas kinerja wasit Indonesia sejauh ini masih dinilai belum memuaskan. Untuk memperbaiki performa wasit nasional, PSSI telah membuat rencana untuk membentuk unit khusus pengembangan wasit.
 
Belum lama ini, PSSI secara khusus mengundang mantan direktur wasit FIFA George Cummings. Dalam lawatannya selama dua minggu, pria asal Skotlandia ini memberi banyak masukan untuk perbaikian kualitas wasit nasional. “Setidaknya ada 24 rekomendasi yang dia sampaikan. Kami pun berencana membentuk unit khusus pengembangan wasit yang independen, namun koordinasinya tetap dengan PSSI,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.
 
Menurut Tisha, lewat Unit Khusus Perwasitan ini, nantinya juga akan dilakukan penilaian kinerja wasit, sehingga nantinyya akan ada pemeringkatan wasit yang menentukan klasifikasi  atau grade dari wasit-wasit, mulai dari yang wasit pemula sampai wasit elite. “Unit ini juga akan membuat program pelatihan. Harapannya, kita akan mendapatkan wasit-wasit yang berkualitas,” ujar Tisha.
 
Hadirnya wasit asing asal Australia, Kyrgystan dan Iran untuk memimpin pertandingan di Liga 1, juga menjadi bagian program PSSI dalam pembenahan wasit. Tak cuma memimpin pertandingan, wasit-wasit asing ini juga diminta PSSI untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada wasit-wasit local. Sesi ini digelar secara bertahap di kantor PSSI.
 
“Kami menjalin komunikasi dengan beberapa negara anggota AFC. Kami pun sudah sepakat untuk saling membantu meningkatkan kualitas wasit. Termasuk pertukaran wasit untuk kompetisi, dimana Indonesia mendapatkan beberapa wasit asing dari Australia, Kyrgystan, dan Iran yang mulai berjalan pada putaran kedua Gojek Traveloka Liga 1. Selanjutnya, wasit nasional, juga akan kirim ke negara-negara tersebut,” jelas Tisha.
 
Tisha menambahkan, dalam sesi pertemuan wasit asing dengan wasit lokal, tidak hanya dibahas hal-hal teknis peraturan, tetapi juga hal lain seperti perbedaan budaya dalam cara memandang aturan pertandingan. Contoh kasus, wasit-wasit Australia lebih berani dan tegas memberi ganjaran kartu kuning kepada para pemain yang protes dan berupaya mendekatinya. “Mereka menekankan pentingnya mendapatkan respek dari pemain dengan cara bertindak tegas,” ujar Tisha.
 
Selain unit khusus pengembangan wasit, PSSI kedepannya juga akan mematangkan penilaian wasit melalui optimalisasi referee assessor yang outputnya memberi rating untuk masing-masing wasit, sehingga akan bisa dilakukan pemeringkatan wasit yang lebih komprehensif. Jadi, setiap wasit juga akan diminta laporan pertandingan yang dia pimpin secara lengkap. Wasit juga akan mendapatkan tayangan video tentang keputusan yang dinilai kontroversial.