Catatan Garuda Asia, Bagian Ketujuh: Asa Tim Di Laga Terakhir Melawan Singapura

Posted Minggu, 16 Jul 17 00:00 , by :

Embun pagi di kota kecil bernama Chonburi, Thailand ‘dirusak’ oleh kehadiran 23 anak-anak timnas U-16 yang akan mengikuti latihan pagi di ruang pemusatan fitnes hotel Chon Inter, Minggu (16/7) pagi pukul 08.00.

Semua pemain terlihat sangat siap untuk mengikuti latihan pagi dan kondisi mereka masih dalam keadaan baik. Memang dengan latihan rutin sejak dari pemusatan latihan di Cijantung, Jakarta Timur, tim selalu dipantau kesehatan dan kondisi fisiknya.

“Pagi kami seperti biasa kalau usai pertandingan, apalagi pertandingan kemarin, para pemain latihan pemulihan fisik. Itu kami lakukan di ruang fitness hotel (Chon Inter) saja. Kami lakukan kurang lebih satu setengah jam, mulai dari jam 8 pagi, Alhamdulillah tim selalu dalam kondisi yang fit dari awal turnamen hingga saat ini,” buka Fakhri pagi itu.

Usai bertanding dalam ajang turnamen piala AFF U-15 2017 melawan Laos, Sabtu (15/7), Garuda Asia hanya tinggal menyisakan satu kali pertandingan terakhir melawan Singapura, hari Senin (17/7) pukul 16.00 di Stadion IPE Chonburi Campus 2.

Sejauh ini, dalam turnamen tersebut, Garuda Asia hanya bisa menahan imbang Myanmar 2-2, lalu secara beruntun mereka kalah 1-0 dari tuan rumah Thailand lalu 7-3 dari Australia dan yang terbaru 3-2 dari Laos.

Pelatih kepala tim ini, dalam suatu kesempatan bercerita panjang lebar mengenai hasil pertandingan melawan Laos, “Hasil melawan Laos sangat mengecewakan, yang pasti kami mohon maaf atas hasil ini,” katanya.

“Saya masih bisa memaklumi ketika kami kalah dari Australia karena memang kelasnya berbeda. Tapi kalau kalah dari Laos, agak susah bagi saya untuk diterima dengan akal sehat. Namun kalau melihat penampilan kami seperti kemarin itu, kami layak kalah,” tambahnya.

“Pertama mereka (Laos) bisa cetak gol lewat tendangan bebas, kemudian kesalahan pemain tengah kami yang memberikan bola ke lawan, dan ketiga tak ada koordinasi antara pemain belakang dan kiper. Semua gol mereka terjadi terlalu gampang," jelasnya. 

“Sampai saat ini saya tidak mengerti, saya tidak melihat tim ini tampil seutuhnya, seperti tim yang tampil sebelum kami berangkat ke sini. Ini sangat berbeda. Yang di turnamen Vietnam (Tien Phong Plastic Cup 2017) kami masih bisa main kombinasi, sekarang agak sulit keluar dari tekanan, nihil dalam kreativitas, bertahan pun koordinasinya jelek sekali,” tegasnya.

"Mereka tidak bermain seperti layaknya timnas yang pernah kita lihat sama-sama sebelumnya. Tim ini seperti bukan tim yang sudah dipersiapkan lama. Ini yang membuat saya sangat kecewa," ucap Fakhri.

"Harusnya beberapa pemain yang belum pernah main justru menggunakan kesempatan ini untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya."

Hasil ini membuat dirinya beserta tim mengambil pelajaran yang sangat berharga. “Bagi saya ini pelajaran bagus. Lebih bagus kami gagal disini meskipun tadinya kami ingin juara, daripada situasi ini terjadi pada saat kualifikasi Piala Asia nanti. Bagi saya, Piala Asia dengan tujuan akhirnya lolos ke Piala Dunia adalah hal yang dicita-citakan oleh semuanya,” ucap Fakhri.

“Dengan hasil ini, tim ini tak dapat pujian seperti kemarin, dan memang tak perlu diberikan pujian yang berlebihan karena tim ini belum apa-apa. Bahwa penampilan kami di babak uji coba cukup menjanjikan, bukan berarti tim ini harus mendapatkan pujian setinggi langit,” tambahnya.

“Karena ini sepakbola, kepintaran atau kebodohan itu pasti menular. Ketika ada dua atau tiga pemain yang tak bermain seperti semestinya, akan menular ke pemain yang lain. Jadi sekali lagi, terlepas dari kekecewaan saya yang mendalam, buat saya ini bagus,” tegasnya.

“Paling tidak, ini jadi bahan introspeksi bagi kami semua, bahwa tim ini masih harus banyak lagi berbenah. Ini semacam pil pahit yang harus kami telan, tapi semoga ini bisa menjadi hal yang manis ketika kualifikasi Piala Asia nanti. Akan lebih bagus kami jadi tim yang diremehkan di Pra Piala Asia,” pungkasnya.

“Terutama teguran dari Tuhan karena kekhilafan tim yang merasa sudah berada diatas, juga yang menurut saya tim ini sudah diangkat setinggi-tingginya oleh khalayak banyak usai kemenangan di turnamen Vietnam padahal kami belum layak untuk itu dan juga turnamen ini. Meskipun jelas dari awal tujuan kami disini untuk meraih juara.”

“Mungkin Tuhan punya rencana lain yang indah buat kami. Bukan disini, mungkin ditempat lain. Meski begitu saya tetap berterima kasih kepada pemain yang sudah bertanding hari ini,” cetusnya.

"Jadi, kedepannya nanti tim nasional ini butuh pemain yang mental kuat dan cerdas, yang siap habis-habisan untuk bangsa dan negara," tegasnya.

Selesai pelatih yang pernah memperkuat tim nasional Indonesia di era tahun 90’an itu mencurahkan isi hatinya usai mengalami tiga kekalahan beruntun di turnamen tersebut. Kini saatnya membangun asa dan memercikkan sedikit bara api kedalam tim agar mereka bisa membara lagi.

“Ya, untuk selanjutnya kami praktis hanya menyisakan satu pertandingan melawan timnas Singapura saja sebagai lawan kami di turnamen ini. Hasil-hasil buruk pada pertandingan-pertandingan sebelumnya sudah kami lupakan. Sekarang saatnya saya dan tim pelatih menata tim untuk menatap masa depan sebagai persiapan melawan Singapura esok hari dan untuk kualifikasi piala AFC,” tutur Fakhri.

“Lawan kami juga dalam turnamen ini tidak terlalu bagus perjalanannya, tapi kami tetap respek kepada mereka, bagaimanapun juga Singapura dan kami sama-sama mengalami hasil buruk di turnamen ini, namun kami sedikit beruntung dari mereka dengan memperoleh satu kali hasil seri dan poin satu,” sambungnya. 

“Walaupun begitu, kami tetap akan berusaha mencuri tiga poin, karena seperti yang sudah saya katakan sebelumnya. Kami tidak ingin pulang dengan hanya meraih satu poin saja ke tanah air. Saya sudah katakan kepada pemain, seharusnya mereka semua malu dengan hasil buruk di turnamen ini, mereka harus memberikan kemenangan untuk tim di laga terakhir ini,” tutup Fakhri.

Selesai dari turnamen piala AFF U-15, timnas Fakhri Husaini ini akan menjalani kualifikasi Piala Asia U-16 2018, 16-24 September 2017. Mereka berada di Grup G bersama dengan tuan rumah Thailand, Laos, Timor Leste, dan Kepulauan Mariana Utara.

Timnas Indonesia U-16 akan meladeni Kepulauan Mariana Utara di laga perdana Grup G, 16 September 2017. Berikutnya, tim ini menghadapi Timor Leste (18 September), Thailand (20 September), dan Laos (22 September).

Babak penyisihan Piala Asia U-16 2018 diikuti 43 tim. Nantinya, sepuluh juara grup dan lima runner-up terbaik berhak lolos ke putaran final bersama tuan rumah putaran final Piala Asia U-16 2018.