Komentar Luis Milla di TC Timnas U-22

Posted Jumat, 21 Apr 17 00:00 , by :

Timnas Indonesia U-22 memulai latihan lagi pada Kamis (20/4) di Lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH), Karawaci, Tangerang. Di bawah komando pelatih kepala Luis Milla, Hansamu Yama dkk tampak bersemangat dan melahap semua menu yang diberikan pelatih asal Spanyol tersebut. 

"Beberapa hari ke depan kami akan melakukan TC selama lima hari ke depan. Hal ini untuk melanjutkan pekerjaan dan latihan yang sudah kita lakukan sebelumnya. Kita akan kembali mencari harmoni untuk tim supaya bisa bermain lebih baik lagi, konsep bermain yang bisa membuat tim bisa lebih baik lagi," kata Luis Milla, Kamis (20/4). 

Terkait tidak ikutnya Timnas U-22 ke event ISG serta pergantian jadwal ke Spanyol, Milla menyerahkan kepada federasi, karena itu di luar ranahnya sebagai pelatih. "Yang kami harapkan ke depannya ada solusi yang bagus untuk Timnas dan kompetisi saat ini. Untuk itu saya kembali ke Indonesia dan saya tetap menjalankan program yang sudah dibuatkan federasi untuk kami (pemain dan pelatih) dan kami akan berlatih sesuai jadwal. Untuk saat ini yang harus saya lakukan adalah beradaptasi dengan keadaan yang ada di Indonesia karena kami akan menjalankan apa yang telah dijadwalkan oleh PSSI," bebernya. 

"Kemarin saya pulang ke Indonesia bukan tanpa tujuan, karena saya ingin saat ini sudah berada di Indonesia, saya lebih semangat lagi untuk lebih memotivasi lagi untuk memberikan yang terbaik untuk Timnas," tambah Milla. 

Milla mengakui untuk beberapa hari ke depan ia  ingin memperbaiki konsep latihan, seperti harus mengimprove cara bermain dan untuk lima hari ke depan itu yang menjadi fokusnya dan kami ingin dari perbaikan itu ada konsep yang lebih bagus nantinya.

"Ketika melawan Persija, kami mencoba untuk bermain baik akan tetapi lapangan tidak mendukung, tapi hasilnya baik kami bisa menahan imbang Persija. Katika bertanding, saya ingin para pemain memiliki semangat juang yang kompetitif dan ketika ada sesuatu yang tidak aesuai dengan keinginan saya maka sudah tentu akan saya koreksi," kata Milla. 


"Jika berbicara mengenai koreksi pada pertandingan melawan Myanmar adalah, pertama tidak boleh cepat kehilangan bola, kedua saya ingin bukan pemain saya yang lari mengejar bola, tetapi pemain kita yang menguasai bola. Dan untuk itu, untuk memperbaiki penguasaan bola, kita harus berlatih lagi soal kontrol bola, lebih baik lagi dalam mengolah bola, dan yang terpenting yang ingin saya terapkan di tim
nasional adalah transisi. Mengapa? karena saya ingin transisi lebih otomatis, dari bertahan ke menyerang dan juga sebaliknya," tukas Milla.