Data dan Fakta dari 3 Laga Tim Nasional di Bulan November

Tim nasional (timnas) U-23 dan senior mengagendakan tiga laga persahabatan di bulan November 2017. Menghadapi Suriah U-23 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, masing-masing timnas U-23 dan senior takluk dengan skor tipis. Timnas U-23 kalah 2-3 (16/11), sementara tim senior takluk 0-1 (18/11). Di laga terakhir menghadapi Guyana (25/11) di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, timnas senior menang 2-1.

Tiga laga tersebut menjadi bagian dari persiapan timnas U-23 menuju ajang Asian Games 2018. Meski hasil yang diraih masih belum maksimal, pelatih Luis Milla Aspas mampu melihat perkembangan signifikan dari ketiga pertandingan tersebut.

Ilija Spasojevic membawa Indonesia raih kemenangan atas Guyana lewat dua golnya.

Terlepas dari hasil yang dicapai, ada sejumlah catatan data dan fakta menarik yang muncul dari tiga laga persahabatan tersebut. Berikut beberapa diantaranya:

1. Kemenangan perdana atas lawan dari luar zona AFF
Hasil 2-1 atas Guyana menjadi kemenangan perdana timnas senior di bawah asuhan Luis Milla atas tim dari luar zona Asia Tenggara. Sebelumnya, Tim Garuda mencatat hasil dua kali imbang dan sekali kalah kala bersua tim dari luar Asia Tenggara.

2. Gol debut Spasojevic
Eksekusi sukses dari titik putih pada menit ke-37 saat melawan Guyana menjadi gol perdana bagi pemain naturalisasi, Ilija Spasojevic. Penyerang yang melakukan debut bagi timnas senior Indonesia saat menghadapi Suriah U-23 ini kembali mencetak gol di menit ke-75, yang juga menjadi gol kemenangan. Selain itu, gol-gol dari pemain yang akrab disapa 'Spaso' ini merupakan yang pertama dan kedua bagi timnas senior asuhan Luis Milla, ke gawang tim dari luar wilayah Asia Tenggara.

3. 4 pemain debutan timnas senior
Terdapat tiga nama yang melakoni debut bersama timnas senior Indonesia dalam rangkaian dua laga persahabatan di bulan November ini. Ketiga pemain tersebut adalah Muhammad Arfan, Ilija Spasojevic, Awan Setho Raharjo, dan Andy Setyo Nugroho. Arfan dan Spasojevic mencatat debutnya kala melawan Suriah U-23, sementara Awan dan Andy saat menghadapi Guyana. Catatan khusus bagi Arfan, gelandang PSM Makassar ini juga mencatat debut bersama timnas U-23 saat melawan Suriah U-23, yang berarti ia melakoni debut untuk dua level timnas berbeda dalam kurun 3 hari.

4. Septian David Maulana catat caps terbanyak
Dari tiga pertandingan yang dilakoni, ada 5 nama yang selalu tampil di ketiga laga: Septian David Maulana, Febri Hariyadi, Osvaldo Haay, M. Hargianto, dan M. Arfan. Bagi Septian David, ia menjadi pemain yang paling sering tampil di bawah asuhan Luis Milla. Dengan tambahan 3 laga, gelandang serang Mitra Kutai Kartanegara ini kini memiliki 16 caps selama 2017, dengan rincian 5 untuk timnas senior, dan 11 untuk timnas U-23. Ia juga merupakan pencetak gol terbanyak Indonesia di 2017, dengan 5 gol untuk timnas U-23 dan 1 gol untuk timnas senior.

Septian David Maulana, catat <i>caps</i> terbanyak di bawah komando Luis Milla

Septian David Maulana catat caps terbanyak di bawah komando Luis Milla

5. Febri Hariyadi samai catatan assist Septian David
Assist untuk gol kemenangan Spasojevic ke gawang Guyana diberikan oleh gelandang saya Persib, Febri Hariyadi. Assist tersebut menjadi yang ketiga bagi Febri untuk timnas selama 2017. Catatan tersebut menyamai torehan assist Septian David Maulana, yang juga merupakan jumlah assist terbanyak oleh satu pemain di bawah komando Luis Milla.

***

Selepas tiga laga persahabatan tersebut, Indonesia dijadwalkan untuk ikut serta di ajang Aceh World Solidarity Cup, yang akan diselenggarakan di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada 2 hingga 6 Desember. Di ajang tersebut, Indonesia akan menghadapi Kyrgyzstan, Mongolia, dan Brunei Darussalam dalam format grup dengan sistem setengah kompetisi. Hansamu Yama dkk. diagendakan untuk berangkat pada 29 November.