Disiplin Memakai Telepon Genggam

Tim Nasional Indonesia U-19 mempunyai aturan disiplin terkait penggunaan telepon genggam selama mengikuti babak Kualifikasi Piala Asia U-19 Grup F di Korea Selatan. Rachmat Irianto dan kawan-kawan harus mengumpulkan telepon genggam pada pukul 20.30 waktu setempat dan baru bisa diambil setelah sarapan pagi sekitar pukul 09.00. 
 
Aturan ini sudah dilakukan lama semenjak pemusatan latihan (TC) di Cijantung pada bulan Maret lalu dan terus menerus dilakukan saat melakoni pemusatan latihan di luar kota lainnya atau mengikuti turnamen di luar negeri. Hal ini dilakukan agar para pemain semakin fokus, konsentrasi dan dapat beristirahat dengan nyaman dan tenang. 
 
"Aturan ini, kami buat agar pemain dapat beristirahat dengan cepat tanpa terganggu dengan telepon genggam. Tim-tim negara lain saya lihat juga banyak melakukan ini terutama saat sedang berlaga di turnamen," kata pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri.  
 
"Teknisnya seluruh pemain mengumpulkan telepon genggam usai makan malam sekitar pukul 20.30 ke kamar Asisten Pelatih, Coach Miftahudin lalu pagi usai sarapan mereka dapat mengambilnya kembali. Alhamdulillah terkait aturan ini seluruh pemain mengerti dan tidak ada masalah," tambah pelatih asal Sumatera Barat ini. 
 
Sementara itu, pemain tengah Timnas U-19, Muhammad Luthfi Kamal mengaku dengan adanya aturan ini ia dapat semakin fokus dan konsentrasi menghadapi setiap pertandingan. 
 
"Awalnya kami belum terbiasa, namun lama kelamaan kami sudah tidak ada masalah dengan aturan ini. Dan ini juga untuk kebaikan kami agar dapat beristirahat dengan cepat tanpa terganggu dengan aktivitas telepon genggam kami," kata Luthfi.
 
"Meski begitu, telepon genggam juga menjadi sarana hiburan dan menambah motivasi bertanding kami. Karena dari situ kami dapat melihat langsung para suporter Indonesia memberikan semangat kepada kami agar selalu berjuang maksimal untuk Timnas Indonesia," jelasnya.  

Bagi Indonesia, ajang kualifikasi Piala Asia U-19 ini cukup penting untuk menguji kesiapan tim yang baru saja meraih posisi ketiga Piala AFF U-18 2017 ini, sekaligus juga menjadi barometer dan penilaian untuk evaluasi sebelum bertarung di babak putaran final yang akan berlangsung di Indonesia tahun depan. Sebagai tuan rumah, Indonesia tentu akan berupaya meraih hasil sebaik-baiknya.