Milla: Dukungan Suporter Membuat Indonesia Bangkit

Luis Milla mengatakan dan menilai satu hal fundamental yang mengiring kemenangan pasukan Garuda Muda atas Myanmar adalah suporter Indonesia yang datang langsung ke Stadion Majlis Perbandaran Selayang, Selasa (29/8) dengan dukungan yang luar biasa saat menyaksikan Hansamu Yama dan kawan-kawan bermain. Apalagi Indonesia tertinggal dahulu 0-1 atas Myanmar lalu dengan semangat luar biasa dan tak kenal menyerah mampu membalikkan skor menjadi 3-1 melalui gol-gol dari Evan Dimas (56’), Septian David Maulana (59’) dan Rezaldi Hehanusa (77).

“Ada hal fundamental dalam turnamen ini yang sangat membantu kami dalam bermain. Itu adalah suporter. Saya ingin mengucapkan terima kasih semua penonton yang datang langsung menonton dimana kami bermain, mereka adalah pemain ke-12 kami, kehadiran mereka memberikan energi tambahan,” kata Milla usai laga.

Dia juga mengungkapkan bahwa pergantian pemain dan beberapa evaluasi saat turun minum babak pertama sangat memberikan perubahan dalam sisi permainan Evan Dimas dan kawan-kawannya.

“Apa yang saya lakukan saat pergantiaan di babak kedua adalah seperti biasa kami melakukan analisis pertandingan apa yang kurang dan harus diperbaiki. Yang banyak membantu kami adalah 10 menit terakhir pada babak pertama saat kita bisa keluar dari tekanan dan bisa bermain baik,” ungkap Milla.

“Dari situlah saat kita mengawali babak kedua kita punya semangat dan kita bermain lebih baik, kita bermain agresif dengan opsi serangan yang lebih banyak dan bisa kita lihat skor akhirnya,” lanjutnya.

Milla juga menambahkan, “Tidak lupa juga saya mengucapkan terima kasih kepada pemain-pemain saya yang telah memberikan yang terbaik di pertandingan, untuk seorang pelatih tidak ada hal yang lebih membahagiakan melihat anak-anaknya punya progres, melihat pemain bagus, melihat para pemainnya mengaplikasikan apa yang ada di latihan dan di pertandingan.”

“Dan pada akhirnya kita mendapatkan medali perunggu.”

Dengan hasil ini, maka dipastikan Indonesia meraih medali perunggu keempat. Medali perunggu pertama diraih Indonesia tahun 1981. Berikutnya di tahun 1989, 1999, dan 2017.