Menantikan Aksi Viking Clap di Indonesia

Dalam kurun tiga tahun terakhir, Islandia menjelma menjadi kekuatan baru di persepakbolaan Eropa, juga dunia. Setelah berhasil lolos untuk pertama kalinya ke ajang Piala Eropa 2016, dan membuat dunia terkejut dengan lolos hingga babak perempat final, negara berpopulasi sekitar 330.000 jiwa ini menambah tinta emas dalam buku sejarah mereka dengan lolos ke putaran final Piala Dunia 2018. Bukan tidak mungkin, Aron Gunarsson dan kawan-kawan akan kembali membuat kejutan di Rusia nanti.

Selain penampilan spartan dan permainan memukau, debut manis Islandia di Piala Eropa 2016 diiringi oleh dukungan maksimal dari para pendukung mereka. Nyanyian dan sorakan kerap mereka kerahkan untuk menyemangati para pemain di lapangan. Yang paling menarik, di akhir laga, para pendukung dan pemain bersatu membuat koreografi massal dalam aksi yang terkenal dengan sebutan “Viking Clap.”

Jika dirunut sejarahnya, “Viking Clap” lahir dari aksi yang dilakukan oleh para pendukung klub Stjarnan, salah satu kontestan Liga Islandia. Mereka terinspirasi konsep dukungan dengan tepukan terkoordinir dari pendukung klub Motherwell, ketika kedua tim bertemu di ajang Liga Europa 2014. Melalui pengalaman tersebut, pendukung Stjarnan mengadopsi aksi dukungan tersebut saat menyaksikan tim nasional Islandia berlaga.

Keunikan dan antusiasme yang ditunjukkan membuat “Viking Clap” mendapat perhatian para pecinta sepak bola dunia. Aksi ini dianggap sebagai bentuk apresiasi baru terhadap perjuangan para pemain, terlepas dari hasil yang diraih. Dalam waktu yang cukup singkat, aksi ini ditiru oleh pendukung dan tim lain.

 

Adopsi oleh supporter Indonesia

Aksi “Viking Clap” menyebar hingga sampai ke Indonesia. Pendukung Persib Bandung yang tergabung dalam kelompok Viking Persib Club pernah melakukan aksi “Viking Clap.” Dipimpin oleh Yana Umar, para pemain dan bobotoh yang hadir di stadion melakukan tepukan secara bersamaan usai pertandingan. Aksi ini dilakukan saat Persib turun di ajang Piala Presiden 2017 dan di awal Liga 1 2017.

Pendukung tim nasional Indonesia pun ikut tertular virus “Viking Clap.” Di ajang SEA Games 2017, tepatnya setelah laga melawan Vietnam (22/08/2017) di Stadion Majlis Perbandaran Selayang. Di akhir laga, pemain Indonesia U-22 mengajak para pendukung yang hadir untuk melakukan “Viking Clap,” yang disambut secara antusias.

Kedatangan tim nasional Islandia ke Indonesia menjadi momen berharga bagi sepak bola Indonesia. Tidak hanya bagi pemain-pemain di tim nasional, tapi juga bagi para pendukung, yang berkesempatan untuk melihat langsung aksi “Viking Clap” dari para pemain Islandia.

 

***

sumber gambar:
abc.net.aufifa.compersib.co.id