Pelatih Islandia Yakini Potensi Pelatih Indonesia

Rangkaian tur tim nasional Islandia ke Indonesia tak hanya melakukan pertandingan uji coba, namun diisi dengan banyak kegiatan. Salah satunya sesi klinik pelatihan oleh tim pelatih Islandia di hadapan pelatih-pelatih lokal dan sekolah sepak bola yang ada di Yogyakarta, di Hotel Hyatt, Selasa (9/1) sore.

Dimulai sejak pukul 17.00 di ruang Semeru, kegiatan berlangsung dinamis dengan diskusi dua arah yang tersaji. Di antara para peserta hadir juga Direktur Teknik PSSI, Danurwindo sebagai perwakilan PSSI. Selain itu juga hadir pelatih profesional Iwan Setiawan dan Jaino Matos, pelatih Borneo FC yang saat bersamaan mengadakan pemusatan latihan di Yogyakarta.

Lebih dari satu jam tim pelatih Islandia, Heimir Hallgrimsson beserta stafnya (Sebastian Matthias Boxleitner, Haukur Bjornsson, dan Frederik Alexander Lutt) menuturkan system dan pengalaman sebagai tim pelatih Islandia yang sukses menjadi salah satu kekuatan baru di sepak bola Eropa. Berbagai pertanyaan dan diskusi juga dilontarkan oleh peserta, dan tim pelatih Islandia memberikan jawaban yang sesuai.

“Saya melihat antusiasme yang luar biasa dari para pelatih yang datang. Keingintahuan mereka terhadap apa yang sudah kami kerjakan di tim Islandia sangat tinggi. Sudah sepantasnya, sepak bola Indonesia bisa lebih baik dengan melihat motivasi dari mereka yang saya meyakini mereka punya potensi besar,” tutur Heimir usai acara.

Dalam sesi itu, dibocorkan beberapa kunci sukses tim nasional Islandia menembus Piala Dunia 2018 Rusia. Dengan merencanakan generasi emas seperti tim saat ini, menempatkan pelatih yang berpengalaman sesuai rekomendasi dari UEFA, cara bermain, membangun reputasi yang baik, dan peran yang jelas dari setiap pemain dalam tim.

Heimir juga, menjabarkan langkah-langkah Islandia untuk mengembangkan pemain sepak bola di negaranya yang dimulai dari sepak bola amatir mereka (pemerataan pelayanan kepada semua klub), kepelatihan (menggunakan pelatih profesional yang memenuhi kualifikasi sejak awal melatih), kecukupan fasilitas (ketersediaan lapangan dimana klub harus mengelolanya dengan baik), latihan (kemampuan untuk menguasai latihan dasar sepak bola) dan yang terakhir adalah membangun mental kerja keras (membangun mentalitas dari hasil kerja keras yang kuat).

Di sisi lain, pujian terlontar dari Iwan Setiawan, pelatih Borneo FC. “Menurut saya ini sesi yang sangat bagus. Dimana yang berbicara kepada kami-kami para pelatih ini adalah nara sumber mumpuni. Karena status mereka sebagai peserta final Piala Dunia 2018 yang nanti akan bermain di Rusia. Saya berharap acara seperti ini dapat terus diadakan,” ujarnya.