PSSI Harapkan Sinergi dan Dukungan Kuat Pemerintah

Untuk mempercepat langkah dalam membangun tata kelola sepak bola Indonesia yang profesional, PSSI mengharapkan adanya sinergi dan dukungan yang kuat dari pemerintah. Hal ini diungkapkan Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria, saat mendampingi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada acara peresmian lapangan sepak bola ABC di kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (2/12/2017).

“PSSI saat ini sedang bekerja keras untuk mewujudkan tata kelola sepak bola Indonesia yang profesional dan bermartabat sehingga nantinya bisa banyak bicara di pentas dunia. Namun, untuk mempercepat langkah itu PSSI juga perlu dukungan dan sinergi, terutama infratruktur dan fasilitas, pariwisata, ketenagakerjaan, pendidikan dan kesehatan masyarakat. Pemerintah menjadi stake holder penting untuk mempercepat dan mewujudkan cita-cita ini,” kata Tisha.

Ditambahkan, melalui arahan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, Wakil Ketua Umum Joko Driyono dan para anggota Komite Eksekutif, pengurus PSSI saat ini sedang membangun pondasi yang kuat untuk sepak bola Indonesia. Obyektif PSSI saat ini, yaitu pada perbaikan dan pengembangan organisasi, kompetisi, tim nasional, football development dan bisnis. Masing-masing area memiliki target dan rencana strategis di 2018, 2020, 2024 dan menuju Piala Dunia 2034.

Selain mendampingi Presiden, mewakili PSSI, Tisha menyerahkan buku Kurikulum Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia) yang kemudian ditandatangani Presiden. Rencananya kurikulum Filanesia ini juga akan dijadikan kurikulum sekolah. Saat ini masih dalam proses melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain itu, Tisha juga menyampaikan peta jalan menuju Piala Dunia 2034 serta memberi jaket tim nasional Indonesia kepada Presiden Jokowi. Acara semakin meriah karena anggota timnas U-16 juga hadir dan diberi kesempatan menjajal lapangan.
 
Buku Kurikulum Filanesia adalah pijakan untuk arah sepak bola Indonesia yang berkelanjutan dan terintegrasi antar kelompok usia. Ide tentang pembuatan buku ini muncul sudah sangat lama, bukan hanya setahun dua tahun. “Seluruh pecinta dan pelaku sepak bola di Indonesia menginginkan adanya kesepahaman untuk membentuk pondasi dari olahraga yang kita cintai ini. PSSI komit menjawab harapan Bapak Presiden RI dan publik akan sepak bola Indonesia yang lebih baik,” ujar Tisha.

Ditambahkan, PSSI melalui FIFA forward programme selama tiga tahun ke depan, akan mengalokasikan 1.25 juta dollar AS untuk implementasi Filanesia secara menyeluruh dan 1 juta dollar AS untuk perbaikan dan pembenahan perwasitan dan peningkatan kualitas kompetisi.

Pada acara itu juga hadir FIFA referee Manager Kari Seitz,yang khusus datang ke Indonesia selama dua pekan. Karl akan melakukan penilaian dan perencanaan bersama PSSI untuk rencana perbaikan match officials; Wasit dan Pengawas Pertandingan
 
Lapangan Sepak Bola ABC terdiri dari tiga unit lapangan, yakni dua buah lapangan dengan menggunakan rumput natural dengan jenis Zoysia Japonica (lapangan A) dan Zoysia Matrella (lapangan B) yang merupakan jenis rumput khas Indonesia yang dikembangkan di Solo oleh ahli bidang perumputan. Sedangkan Lapangan C menggunakan rumput sintetis. Spesifikasi lapangan ini telah mengacu pada standar kualitas dari Federation International Football Association (FIFA).